sudah sejak lama saya pengen membikin macaroni schotel. tapi selalu terhalang dengan alasan
saya tidak punya oven
eh.salah
ada ding oven di rumah. oven tungku model kotak alumunium itu lo. tapi sudah lamaaasekaaaliiii tidak dipakai. mungkin sekarang sudah ditumbuhi rumput liar. dan letaknya di lemari paling atas. jadi saya males mau pakai oven itu
tapi kemarin saya beli makaroni
dan saya pengensekali membikin skutel. apapun yang terjadi, saya mau bikin skutel. meski tanpa oven
dan
walaaa!
setelah mencaricari, saya menemukan resep makaroniskutel kukus dari internet. dari blognya ibu ini
timakasi ya (saya gabisa mengkomen disana soalnya mesti daftar multiply dulu)
eh. sepertinya jaman duludulu itu saya pernah daftar multiply deh.apa ya namanya?
.
dan kembali ke makaroni skutel tadi
.
sungguh kebetulan sekali, resepnya mengandungi cream cheese!
di kulkas di rumah terongok cream cheese yang sudah hampir expired bulan depan dengan isi yang masi hampir penuh. dulu saya beli itu untuk membikin lumpia keju (yang GAGAL habishabisan). setelah itu saya bingung itu cream cheese mau diapakan. soalnya saya caricari, satusatunya resep yang harus pakai cream cheese cuma cheese cake (yang membikinnya juga harus pakai oven)
jadilah saya membikin makaroniskutel kukus
yihaa!
dan bersemangatlah saya merebus makaroni
dan mengublek ublek adonan (cream cheese ditambahkan banyakbanyak biar cepat habis)
dan sewaktu tiba saatnya mengukus adonan
jreeenggg…
cetakannya kok ndak ada
howalaaaahhh
sudah dicari berputarputar di penjuru dapur dan sekitarnya, tetap tidak ada
akhirnya, demi skutel yang sudah setengah jadi itu, saya buruburu pergi beli satu buah cetakan di toko kue dekat jalan besar sana. dan pulangnya hampir kehujanan
pokoknya demi skutel
sampai di rumah, cetakan baru dikeluarkan dari plastik
dan
walaaa
kebesaran
tidak muat masuk ke dalam panci
*tepok jidat*
saya sudah hampir putus asa. tapi kemudian, si bibik* punya ide yang spektakuler
mengukus pakai wajan
hoyeah. dan ternyata bisa matang juga ya
akhirnya jadi
dan habis
dan bukan hanya saya yang menghabiskan (biasanya cuma saya sendiri -selain tuan L- yang makan masakan saya)
fiuhh *ngelap kringet*
sayangnya tidak saya foto itu skutelnya
eh iya
lupa
pan memang tidak punya kamera
punya saya yang itu rusak
(berharap ada yang mau membelikan kamera baru)
.
.
*sungguh. sepupu saya yang tinggal serumah memanggil ibu itu bibik