apa iya ya? apa bisa ya?
beberapa hari yang lalu saya berbincang dengan nona irma dan nona tyas sambil makan ayam
tidak sehat
bukan bincangbincangnya yang tidak sehat, tapi makan ayamnya. karena kami tidak seperti Tuan L yang hanya bisa makan ayam sehat. dan kalau makan ayam kota seperti yang kami makan kemarin, perutnya bisa bergejolak
beruntung atau tidak beruntung ya dia? soalnya ayam kota kan enak
ah, malah jadi OOT
karena umur saya dan nona irma dan nona tyas semakin bertambah, pembicaraan kami kemarin bergeser ke arah harga tanah dan rumah, pekerjaan, sampai ke pernak pernik pernikahan. hahah
(mungkin kalau ini PIB yang sebenarbenarnya dengan semua anggotanya ikut serta, kami juga akan membincangkan harga popok yang mahal atau morning sickness juga)
mengherankan betapa trending topics bisa sangat lain dalam waktu beberapa bulan saja
hyeah
we’re getting old. haa . .
mungkin sebentar lagi para nonanyonya ini akan berganti wujud jadi ibuibu arisan sungguhan
.
lalu apa hubungannya dengan citacita di langit?
saat kami sekolah dulu, rasanya kami bisa bermimpi setinggi tingginya. seutopisutopisnya. mau jadi apa saja, bolehlah. baca saja HSC kalau tidak percaya. ada jejak jejak mimpi sebagian dari kami disana
[PS. kata kami disini tidak hanya merujuk pada kami bertiga, tetapi angkatan 2002 secara holistik]
kalau sekarang
baru sadar kalau langit itu tinggi sekali
heheh
realita menyapa. tanggung jawab bertambah. tidak bisa lagi bermimpi sesukanya. ada halhal di dalam dan di luar kita yang harus dijadikan pertimbangan juga
ada cerita, satu teman yang semua orang tahu betapa dia punya ambisi yang luar biasa dulu. mungkin langit dia waktu itu lebih tinggi dibanding langit temantemannya.
sekarang
setelah dia menjadi seorang istri, calon ibu, dia memilih karier yang ‘aman’. yang walaupun tidak dapat membuatnya terbang tinggi, tapi aman. setidaknya dia tahu dia tidak akan terjatuh
mungkin cara berpikir dia yang sekarang berbeda. atau mungkin karena keadaan. entah ya
kalau saya…
ungg
apa ya?
saya punya banyak sekali keinginan
banyaaakk sekali
senangnya kalau bisa dicapai semuanya. bisa tidak ya?
lalu bagaimana dengan ini. dengan itu
typically me
terlalu memikirkan yang printil printil*
terlalu banyak kekhawatiran. bahkan untuk halhal yang belum tentu akan terjadi
wajar tidak sih?
.
*pinjam katakatanya dian sastrowardoyo